SMP Islam Al-Ishlah Bukittinggi menggelar pelatihan dengan tema mindfullness (13/1). Kegiatan ini mengundang narasumber, Ibu Tuti Amila Sari Dewi , M.Pd ( Kepala SMP N 6 Bukittinggi). Pelatihan ini adalah suatu cara melatih diri untuk memusatkan perhatian terhadap apa yang terjadi saat ini dengan melibatkan kesadaran dan ketidak berpihakan. Penerapan mindfulness dilakukan dengan tujuan untuk menenangkan pikiran. Ibu narasumber juga menyampaikan bahwa 

Dalam kesadaran penuh (mindfulness) ini, terdapat beberapa kata kunci, yaitu:

  1. Kesadaran (awareness),
  2. Perhatian yang disengaja (on purpose),
  3. Saat ini (present moment),
  4. Rasa ingin tahu (curiosity), dan
  5. Kebaikan (compassion).

Dari semua kata kunci di atas, dapat disimpulkan bahwa ada keterkaitan antara unsur pikiran (perhatian)kemauan (yang bertujuan), dan rasa (rasa ingin tahu dan kebaikan) pada kegiatan (fisik) yang sedang kita dilakukan. Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa di dalam kondisi berkesadaran penuh, terjadi perubahan fisiologis seperti meluasnya area otak yang terutama berfungsi untuk belajar dan mengingat, berkurangnya stress, dan munculnya perasaan tenang dan stabil (Kabat-Zinn, 2013, hal. 37). Dengan demikian, salah satu fungsi latihan berkesadaran penuh adalah menumbuhkan perasaan yang lebih tenang dan pikiran yang lebih jernih, yang akan berpengaruh pada keputusan yang lebih responsif dan reflektif.

Latihan berkesadaran penuh (mindfulness) menjadi sangat relevan dan penting bagi siapapun untuk dapat menjalankan peran dan tanggung jawabnya dengan bahagia dan optimal. Ini termasuk bagi pendidik, murid bahkan juga untuk orangtua. Latihan tersebut sebenarnya sudah banyak diterapkan dalam pendidikan kita sejak lama. Misalnya, mengajak murid untuk hening dan berdoa sebelum memulai pelajaran, melakukan berbagai kegiatan literasi, mencintai alam, berolah-seni maupun berolahraga, dan lain sebagainya.

Kepala SMP Islam Al-Ishlah Bukittinggi, Ibu Busyra, S.Pd menyatakan bahwa pelatihan ini juga bertujuan untuk melatih keprofesionalan pendidik dan secara terus menerus bisa menerapakannya di sistem pembelajaran sekolah. Pelatihan ini digelar sehabis sholat jumat ini membuat para peserta bersemangat dan antusias. 

Gubernur Sumatera Barat, H. Mahyeldi S.P., Tampil sebagai pembicara utama dalam seminar literasi yang dilaksanakan oleh SMP Islam Al-Ishlah Bukittinggi (11/01). Kegiatan ini diprakasai oleh pihak sekolah yang sejalan dengan terpilihnya sekolah ini menjadi sekolah duta literasi tingkat kota Bukittinggi. Pada kesempatan emas dan langka tersebut juga turut hadir wakil walikota Bukittinggi, Buya H. Marfendi. Dalam sambutannya, Buya Mahyeldi ( Panggilan akrab beliau) menyampaikan bahwa literasi yang paling bagus adalah literasi yang dikaitkan dengan wawasan keagamaan. Beliau juga bercerita,  Secara umum, budaya literasi adalah budaya tulis baca dengan segala aktivitasnya yang dilakukan generasi belakangan dalam mengkaji apa yang ditinggalkan oleh para pendahulu; baik dalam masalah agama, pemikiran, akhlaq, perundang-undangan, adab, kesenian dan lain-lainnya. 

Para ahli kamus semisal Ahmad bin muhammad Al-Fayumy dalam Mishbâhul Munîr (2003) dan Muhammad bin Abu Bakr ar-Râzi dalam Mukhtârus Shihâh (2003) memaparkan bahwa turâts diambil dari kata:

ورث – يرث – وراثة – تراثا – إرثا

Huruf “ta” dari turâts adalah pengganti huruf “wawu”, artinya adalah harta warisan, atau harta peninggalan orang tua yang telah meninggal. Hal ini dikuatkan oleh QS. Al-Fajr/ 89: 19 sebagai berikut:

ويإكلون التراث أكلا لما

“Dan kamu memakan harta pusaka dengan cara membaurkan (yang halal dengan yang bathil)”

Dalam  pemahaman Barat, literasi adalah hasil sebuah peradaban ummat masa lampau yang perlu ditinjau ulang menurut barometer keilmuan kontemporer. Maka menurut mereka, termasuk di dalamnya peradaban Yunani, Fir’aun, India dan Persia masuk di dalamnya. Secara konteks Islam, ada banyak pendapat di kalangan ahli ilmu, dalam mendefinisikan literasi Islam, minimalnya ada tiga definisi, yaitu:Pertama; Literasi Islam adalah apa yang dihasilkan oleh akal seorang Muslim dalam rangka menerangkan atau membela ajaran-ajaran Islam.Kedua; Literasi Islam adalah apa yang dihasilkan oleh akal manusia, baik seorang Muslim atau pun Non Muslim, asalkan sesuai dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah. Ketiga; Literasi Islam adalah apa yang dihasilkan oleh akal seorang Muslim sepanjang sejarah Islam, baik yang berhubungan dengan ilmu agama atau bukan, baik yang sesuai dengan kebenaran atau tidak

Terakhir, beliau berpesan kepada generasi penerus bangsa agar menjaga kerukunan, selalu belajar untuk menggapai masa depan yang lebih baik. Disela-sela kedatangan orang nomor satu di sumatera barat tersebut pihak sekolah memberikan beberapa produk literasi sekolah, salah satunya yaitu majalah sekolah yangb telah Ber-ISSN. Kepala SMP Islam Al-Ishlah Bukittinggi, Ustadzah Busyra, S.Pd., menyatakan kebanggaan/apresiasi yang begitu tinggi kepada Bapak gubernur dan bapak wakil wali kota Bukittinggi yang telah memberkan perhatian khusus untuk kemajuan sekolah khususnya SMP Islam Al-Ishlah Bukittinggi.

 

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan  Kota Bukittinggi berikan  edukasi literasi kepada siswa SMP Islam Al-Ishlah Bukittinggi. Kegiatan ini merupakan perwujudan perhatian pemerintah kota Bukittinggi dalam hal ini Dinas Perpustakaan dan Kearsipan  Kota Bukittinggi. Kepala Dinas, Bapak Jhoni beserta Kabid Pengelola Perpustakaan dan beberapa wartawan juga ikut meramaikan kegiatan sosialisasi tersebut.

Literasi baca-tulis dapat disebut sebagai moyang segala jenis literasi karena memiliki sejarahnya cukup panjang. Literasi ini bahkan bisa dikatakan sebagai makna awal literasi, meski kemudian dari waktu ke waktu makna itu mengalami perubahan. Tidak mengherankan bila pengertian literasi baca-tulis mengalami perkembangan dari waktu ke waktu. Pada awalnya, literasi baca-tulis dipahami sebagai melek aksara. Hanya sekadar dapat mengenal huruf-angka serta bisa membaca dan menulis. Namun, literasi baca-tulis juga dapat dimaknai sebagai kemampuan dalam berkomunikasi di masyarakat.

 

                         Para siswa tampak antusias dalam mengikuti arahan dari narasumber

Bapak Jhoni berpesan bahwa  literasi baca-tulis itu sangatlah penting. Membaca dan menulis adalah hal yang paling awal dikenal dalam sejarah peradaban manusia. Dahulu, masyarakat peradaban kuno berkomunikasi dengan simbol-simbol dan gambar yang diukir di batu, kayu, dinding gua, dan sebagainya. Semakin berkembangnya zaman, huruf-huruf pun mulai dikenal, salah satunya seperti kita baca sekarang ini.  Ketika memasuki taman kanak-kanak atau sekolah dasar,kita pasti diajarkan untuk membaca dan menulis terlebih dahulu. Sebab, membaca dan menulis adalah ilmu dasar untuk melanjutkan ke ilmu lainnya. Jika sudah bisa membaca dan menulis, ilmu lain dapat dipelajari dengan mudah. Beliau juga mengingatkan kepada para siswa SMP Islam AL-Ishllah, gunakanlah memory/penyimpanan/brainset kita untuk hal-hal yang sangat berguna sejak dini, agar nanti menjadi sebuah kebiasaan berpikir setelah dewasa. 

Kepala SMP Islam Al-Ishlah Bukittinggi Ustadzah Busyra, S.Pd., menyampaikan ucapan terima kasih dan meminta siswa untuk menerapkan literasi membaca dan menulis menjadi suatu kebiasaan yang bisa memberikan edukasi kepada kita semua. Selain itu juga disepakati perjanjian kerja sama/ MOu dengan perpustakaan sekolah mengenai pelayanan, keanggotaan dan pembinaan secara menyeluruh.

Selain bisa membaca dan menulis, literasi baca-tulis juga termasuk memahami makna dari sebuah tulisan.  Dengan kemampuan literasi baca-tulis yang memadai dan mumpuni, kita sebagai individu,terutama sekali siswa SMP tidak akan mudah terombang-ambing oleh berbagai informasi yang beraneka ragam yang datang secara bertubi-tubi kepada kita. Di samping itu, dengan kemampuan literasi baca-tulis yang baik,  bisa meraih kemajuan dan keberhasilan.

 

 

YPI Al-Ishlah Kota Bukittinggi merupakan lembaga pendidikan islam yang sangat terkenal di Kota Bukittinggi. YPI yang telah berdiri puluhan tahun ini juga telah mencetak lulusan terbaik dan menamatkan ribuan siswa-siswinya. Dengan torehan prestasi yang sangat banyak dan dikenal tidak hanya di Kota Bukittinggi tetapi juga merambah ke beberapa provinsi tetangga. Hal ini dibuktikan dengan adanya kunjungan/ studi komparatif dari YPI Ad-Dakwah Serdang Bedagai, Provinsi Sumatera Utara.

 

 

Pada kunjungan yang dilaksanakan tersebut, turut pula hadir Pembina YPI Al-Ishlah Ibuk Hj. Zulhelmi, S.E., MM dan sejumlah kepala sekolah ( TK, SD, SMP, dan SMA ) Islam Al-Ishlah Bukittinggi. Pembina YPI AL-Ishlah menyampaikan ucapan terima kasih atas kunjungan/studi komparatif ke YPI Al-Ishlah. Dijadikannya YPI Al-Ishlah sebagai sasaran kunjungan studi komparatif merupakan kebanggaan tersendiri bagi yayasan dan seluruh warga Al-Ishlah Bukittinggi. Kepala SMP Islam AL-Ishlah, Ustadzah Busyra, S.Pd memperkenalkan profil yayasan hingga program-program unggulan YPI Al-Ishlah Kota Bukittinggi.

 

OSIS SMP Islam Al-Ishlah Bukittinggi menggelar lomba dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Berbagai macam lomba dipertandingkan dalam kegiatan tersebut. Diantaranya adalah ; lomba cerdas Al-Qur'an, Lomba MSQ, dan Lomba bercerita. Kepala SMP Islam Bukittinggi, UStadzah Busyra, S.Pd mengapresiasi kegiatan positif ini. beliau juga menyampaikan  tujuan memperingati Maulid Nabi yang pertama adalah lisyukri, yaitu bentuk syukur umat Muslim telah dilahirkannya Nabi Muhammad SAW. Bentuk syukur ini ditujukan tidak lain kepada Allah SWT, yang telah memberikan izin atas lahirnya Nabi Muhammad, sosok panutan sekaligus tauladan yang membimbing umat Islam.

                                                          Ustadzah Busyra,S.Pd  Kepala SMP I AL-Ishlah disela-sela penyampaian sambutan lomba

Tujuan yang kedua adalah lil imdah, yaitu memuji Nabi Muhammad karena alam tidak akan tercipta jika tidak ada Nur Muhammad, sebagaimana tercantum dalam Hadits Qudsi, laulaka laulaka maa khalaqtu aflak. Ketiga, tujuan peringatan ini adalah thalabul ilmi, yaitu ajakan untuk mencari ilmu guna mempertebal keimanan dan akidah terhadap ajaran tauhid kepada Allah.

Bukan hanya itu, tujuan yang ketiga tersebut juga mendorong umat Muslim untuk mempelajari hukum-hukum dalam ajaran Islam lebih baik sehingga bisa berguna untuk kehidupan. Terakhir, tujuan memperingati Maulid Nabi adalah lil uswah, yaitu mempertegas keimanan bahwa Nabi Muhammad adalah suri tauladan bagi seluruh umat muslim. Di mana Nabi Muhammad satu-satunya utusan Allah yang menyebarkan sekaligus membimbing umat Islam untuk melaksanakan perintah dan ajaran Allah.

                                                       semangat para siswa dalam mengikuti perlombaan

 

Pihak sekolah juga memberikan apresiasi kepaad pembina OSIS, UStadzah Fitriyani, S. Pd I yang telah membimbing para panitia hingga acara tersebut berjalan dengan lancar , tertib, dan semangat.