Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan  Kota Bukittinggi berikan  edukasi literasi kepada siswa SMP Islam Al-Ishlah Bukittinggi. Kegiatan ini merupakan perwujudan perhatian pemerintah kota Bukittinggi dalam hal ini Dinas Perpustakaan dan Kearsipan  Kota Bukittinggi. Kepala Dinas, Bapak Jhoni beserta Kabid Pengelola Perpustakaan dan beberapa wartawan juga ikut meramaikan kegiatan sosialisasi tersebut.

Literasi baca-tulis dapat disebut sebagai moyang segala jenis literasi karena memiliki sejarahnya cukup panjang. Literasi ini bahkan bisa dikatakan sebagai makna awal literasi, meski kemudian dari waktu ke waktu makna itu mengalami perubahan. Tidak mengherankan bila pengertian literasi baca-tulis mengalami perkembangan dari waktu ke waktu. Pada awalnya, literasi baca-tulis dipahami sebagai melek aksara. Hanya sekadar dapat mengenal huruf-angka serta bisa membaca dan menulis. Namun, literasi baca-tulis juga dapat dimaknai sebagai kemampuan dalam berkomunikasi di masyarakat.

 

                         Para siswa tampak antusias dalam mengikuti arahan dari narasumber

Bapak Jhoni berpesan bahwa  literasi baca-tulis itu sangatlah penting. Membaca dan menulis adalah hal yang paling awal dikenal dalam sejarah peradaban manusia. Dahulu, masyarakat peradaban kuno berkomunikasi dengan simbol-simbol dan gambar yang diukir di batu, kayu, dinding gua, dan sebagainya. Semakin berkembangnya zaman, huruf-huruf pun mulai dikenal, salah satunya seperti kita baca sekarang ini.  Ketika memasuki taman kanak-kanak atau sekolah dasar,kita pasti diajarkan untuk membaca dan menulis terlebih dahulu. Sebab, membaca dan menulis adalah ilmu dasar untuk melanjutkan ke ilmu lainnya. Jika sudah bisa membaca dan menulis, ilmu lain dapat dipelajari dengan mudah. Beliau juga mengingatkan kepada para siswa SMP Islam AL-Ishllah, gunakanlah memory/penyimpanan/brainset kita untuk hal-hal yang sangat berguna sejak dini, agar nanti menjadi sebuah kebiasaan berpikir setelah dewasa. 

Kepala SMP Islam Al-Ishlah Bukittinggi Ustadzah Busyra, S.Pd., menyampaikan ucapan terima kasih dan meminta siswa untuk menerapkan literasi membaca dan menulis menjadi suatu kebiasaan yang bisa memberikan edukasi kepada kita semua. Selain itu juga disepakati perjanjian kerja sama/ MOu dengan perpustakaan sekolah mengenai pelayanan, keanggotaan dan pembinaan secara menyeluruh.

Selain bisa membaca dan menulis, literasi baca-tulis juga termasuk memahami makna dari sebuah tulisan.  Dengan kemampuan literasi baca-tulis yang memadai dan mumpuni, kita sebagai individu,terutama sekali siswa SMP tidak akan mudah terombang-ambing oleh berbagai informasi yang beraneka ragam yang datang secara bertubi-tubi kepada kita. Di samping itu, dengan kemampuan literasi baca-tulis yang baik,  bisa meraih kemajuan dan keberhasilan.