Gubernur Sumatera Barat, H. Mahyeldi S.P., Tampil sebagai pembicara utama dalam seminar literasi yang dilaksanakan oleh SMP Islam Al-Ishlah Bukittinggi (11/01). Kegiatan ini diprakasai oleh pihak sekolah yang sejalan dengan terpilihnya sekolah ini menjadi sekolah duta literasi tingkat kota Bukittinggi. Pada kesempatan emas dan langka tersebut juga turut hadir wakil walikota Bukittinggi, Buya H. Marfendi. Dalam sambutannya, Buya Mahyeldi ( Panggilan akrab beliau) menyampaikan bahwa literasi yang paling bagus adalah literasi yang dikaitkan dengan wawasan keagamaan. Beliau juga bercerita,  Secara umum, budaya literasi adalah budaya tulis baca dengan segala aktivitasnya yang dilakukan generasi belakangan dalam mengkaji apa yang ditinggalkan oleh para pendahulu; baik dalam masalah agama, pemikiran, akhlaq, perundang-undangan, adab, kesenian dan lain-lainnya. 

Para ahli kamus semisal Ahmad bin muhammad Al-Fayumy dalam Mishbâhul Munîr (2003) dan Muhammad bin Abu Bakr ar-Râzi dalam Mukhtârus Shihâh (2003) memaparkan bahwa turâts diambil dari kata:

ورث – يرث – وراثة – تراثا – إرثا

Huruf “ta” dari turâts adalah pengganti huruf “wawu”, artinya adalah harta warisan, atau harta peninggalan orang tua yang telah meninggal. Hal ini dikuatkan oleh QS. Al-Fajr/ 89: 19 sebagai berikut:

ويإكلون التراث أكلا لما

“Dan kamu memakan harta pusaka dengan cara membaurkan (yang halal dengan yang bathil)”

Dalam  pemahaman Barat, literasi adalah hasil sebuah peradaban ummat masa lampau yang perlu ditinjau ulang menurut barometer keilmuan kontemporer. Maka menurut mereka, termasuk di dalamnya peradaban Yunani, Fir’aun, India dan Persia masuk di dalamnya. Secara konteks Islam, ada banyak pendapat di kalangan ahli ilmu, dalam mendefinisikan literasi Islam, minimalnya ada tiga definisi, yaitu:Pertama; Literasi Islam adalah apa yang dihasilkan oleh akal seorang Muslim dalam rangka menerangkan atau membela ajaran-ajaran Islam.Kedua; Literasi Islam adalah apa yang dihasilkan oleh akal manusia, baik seorang Muslim atau pun Non Muslim, asalkan sesuai dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah. Ketiga; Literasi Islam adalah apa yang dihasilkan oleh akal seorang Muslim sepanjang sejarah Islam, baik yang berhubungan dengan ilmu agama atau bukan, baik yang sesuai dengan kebenaran atau tidak

Terakhir, beliau berpesan kepada generasi penerus bangsa agar menjaga kerukunan, selalu belajar untuk menggapai masa depan yang lebih baik. Disela-sela kedatangan orang nomor satu di sumatera barat tersebut pihak sekolah memberikan beberapa produk literasi sekolah, salah satunya yaitu majalah sekolah yangb telah Ber-ISSN. Kepala SMP Islam Al-Ishlah Bukittinggi, Ustadzah Busyra, S.Pd., menyatakan kebanggaan/apresiasi yang begitu tinggi kepada Bapak gubernur dan bapak wakil wali kota Bukittinggi yang telah memberkan perhatian khusus untuk kemajuan sekolah khususnya SMP Islam Al-Ishlah Bukittinggi.